Sabtu, 14 Desember 2013
Rabu, 11 Desember 2013
Selasa, 10 Desember 2013
Kamis, 28 November 2013
si mungil tanpa kaki dan tangan berkekuatan super
Bumi diciptakan Allah dengan segala kesempurnaan. Kesempurnaan ini salah
satunya dapat kita lihat pada penciptaan kaki dan tangan pada hewan. Dengan
kaki, seekor hewan dapat mendaki gunung yang tinggi, menuruni lembah yang curam
bahkan mengarungi luasnya padang pasir yang membentang. perpindahan hewan dari
satu tempat ke tempat lainnya menandakan bahwa kaki hewan berperan sebagai alat
gerak.
Walaupun fungsi kaki sebagai alat gerak sangat penting, namun keberadaan tangan
pada hewan juga tidak kalah pentingnya. Dari Charles Robert Darwin (seorang naturalis Inggris, pencetus teori evolusi modern) inilah
kita dapat mengenal yang mana dikatakan sebagai tangan pada hewan.
Kira-kira yang mana dikatakan tangan pada hewan?
Nah, untuk mengetahui tangan hewan, mari kita kembali ke sejarah. Darwin
menulis ide tentang evolusi di buku The Origin of Species yang
menjelaskan teori evolusi. Dari teori evolusi Darwin, kita mengenal istilah
homologi. Homologi susah-susah gampang untuk kita mengerti. Dikatakan gampang,
karena hanya membandingkan bagian tubuh hewan satu dengan lainnya. Nah,
susahnya karena kita harus mengerti tentang anatomi dan fisiologi tubuh untuk
dapat mengetahui mana sih tangan hewan. Contoh: pada suatu padang rumput yang
hijau tampaklah sekelompok kambing sedang asyik memakan rumput. Tak jauh dari
sana, seorang penggembala sedang beristirahat sambil memandang seekor kelelawar
yang bergantung di sebuah pohon.Stop sampai disini, homologi sangat kentara
saat kita membandingkan tangan penggembala, kaki depan kambing dan sayap
kelelawar. Lagi-lagi butuh bekal ilmu anatomi dan fisiologi.
Ilmu anatomi dan fisiologi ini penting dalam
homologi, agar tak terjadi kesalahan dalam penetapan asal bagian tubuh
hewan. Dari contoh diatas, dapat kita jabarkan bahwa tangan
penggembala berperan untuk memegang dan meraih suatu benda, kaki depan kambing
berguna untuk berjalan, sedangkan sayap kelelawar digunakan untuk terbang. Hal
ini memberi sebuah kesimpulan bahwa homologi adalah organ tubuh yang
asalnya sama tetapi perkembangannya berbeda sehingga menimbulkan fungsi yang
berbeda (asal sama fungsi beda). Selain kaki depan kambing, contoh homologi
hewan lainnya yaitu kaki depan sapi dan kuda.
Sapi dan kuda sangat beruntung memiliki kaki
dan tangan (kaki depan) yang berfungsi sebagai alat gerak. Ada hewan lain yang
tak seberuntung itu, dialah si mungil tanpa kaki dan tangan berkekuatan super. Kita mengenalnya
dengan nama Plasmodium. Plasmodium adalah hewan dari Kelas Sporozoa, yang
merupakan Phylum Protozoa dan Kingdom Protista. Walaupun Plasmodium ini tidak
memiliki kaki dan tangan, namun tak ada kamus patah semangat dalam
kehidupannya. Ukuran tubuhnya yang mungil yaitu hanya 2 µ membuat Ia tak pernah
lupa untuk tetap bersyukur karena Allah masih menghadiahkan organel kompleks
yang membantu untuk menempel dan menyerang inangnya.
Karena kemampuannya menempel dan menyerang inang, maka ia biasa dipanggil
dengan sebutan parasit. Plasmodium sebagai penyebab penyakit malaria.
Penyakit ini ditularkan melalui gigitan nyamuk yang sudah
terinfeksi parasit tersebut. Di dalam tubuh manusia, parasit Plasmodium
akan berkembang biak di organ hati kemudian menginfeksi sel darah merah.
Manusia yang terinfeksi akan menunjukan gejala awal menyerupai influenza, namun
bila tidak diobati akan berujung pada kematian. Hal ini bergantung pada jenis Plasmodium
penyebab penyakit.
Ada
empat jenis species Plasmodium yang
dapat menyebabkan penyakit malaria. Masing-masing jenis Plasmodium menimbulkan
gejala-gejala tersendiri pada tubuh penderitanya.
·
Plasmodium
vivaxà periode inkubasi 10 hari, tropozoit bentuk
cincin 1/2 - 1/3 erythrocyteà
12 – 24 merozoit dalam darahà
penyakit malaria vivakà demam / 48 jam
·
Plasmodium
malariaeà
periode inkubasi 27 - 37 hari, tropozoit bentuk cincin 1/2 - 1/3 erythrocyteà 6 – 12 merozoit dalam darahà penyakit malaria kuartenerà demam / 72 jam
·
Plasmodium
falcifarumà
periode inkubasi 10 hari, tropozoit bentuk cincin 1/6 - 1/5 erythrocyteà 8 – 36 merozoit dalam darahà penyakit malaria tertiana malignantà demam / 24 -48 jam
·
Plasmodium
ovaleà periode inkubasi 14 hari, tropozoit
bentuk cincin 1/2 - 1/3 erythrocyte à6 – 12 merozoit dalam darahà penyakit malaria ovaleà demam / 48 jam
Data
Badan Kesehatan Dunia (WHO) tahun 2008 menyebutkan bahwa penyakit malaria telah
menyerang lebih dari 500 juta penduduk dunia dan membunuh 1,5-3 juta jiwa
setiap tahunnya di 107 negara.
Penyakit ini paling banyak terjadi di daerah tropis dan subtropis di mana
parasit Plasmodium dapat berkembang baik begitu pula dengan vektor nyamuk
Anopheles. Daerah selatan Sahara di Afrika dan Papua Nugini di Oceania
merupakan tempat dengan angka kejadian malaria tertinggi.
Di
Indonesia penyebaran penyakit malaria hampir merata, terutama Indonesia bagian
timur. Pada tahun 2007, tercatat sekitar 1,14 juta kasus malaria terjadi di 396
kabupaten di tanah air dan 80 persennya bersifat endemik.
Karena kejadian malaria ini tertinggi, maka kita harus waspada dan
waspadalah. Si mungil tanpa tangan dan kaki berkekuatan super yang punya sejuta senjata untuk
melumpuhkan manusia
Rabu, 27 November 2013
Langganan:
Komentar (Atom)