/** Kotak Iklan **/ .kotak_iklan {text-align: center;} .kotak_iklan img {margin: 0px 5px 5px 0px;padding: 5px;text-align: center;border: 1px solid #ddd;} .kotak_iklan img:hover {border: 1px solid #333}

Kode Iklan Anda Disini

Kamis, 28 November 2013

si mungil tanpa kaki dan tangan berkekuatan super




Bumi diciptakan Allah dengan segala kesempurnaan. Kesempurnaan ini salah satunya dapat kita lihat pada penciptaan kaki dan tangan pada hewan. Dengan kaki, seekor hewan dapat mendaki gunung yang tinggi, menuruni lembah yang curam bahkan mengarungi luasnya padang pasir yang membentang. perpindahan hewan dari satu tempat ke tempat lainnya menandakan bahwa kaki hewan berperan sebagai alat gerak.
             Walaupun fungsi kaki sebagai alat gerak sangat penting, namun keberadaan tangan pada hewan juga tidak kalah pentingnya. Dari Charles Robert Darwin (seorang naturalis Inggris, pencetus teori evolusi modern) inilah kita dapat mengenal yang mana dikatakan sebagai tangan pada hewan.
              Kira-kira yang mana dikatakan tangan pada hewan?
              Nah, untuk mengetahui tangan hewan, mari kita kembali ke sejarah. Darwin menulis ide tentang evolusi di buku The Origin of Species yang menjelaskan teori evolusi. Dari teori evolusi Darwin, kita mengenal istilah homologi. Homologi susah-susah gampang untuk kita mengerti. Dikatakan gampang, karena hanya membandingkan bagian tubuh hewan satu dengan lainnya. Nah, susahnya karena kita harus mengerti tentang anatomi dan fisiologi tubuh untuk dapat mengetahui mana sih tangan hewan. Contoh: pada suatu padang rumput yang hijau tampaklah sekelompok kambing sedang asyik memakan rumput. Tak jauh dari sana, seorang penggembala sedang beristirahat sambil memandang seekor kelelawar yang bergantung di sebuah pohon.Stop sampai disini, homologi sangat kentara saat kita membandingkan tangan penggembala, kaki depan kambing dan sayap kelelawar. Lagi-lagi butuh bekal ilmu anatomi dan fisiologi. 
             Ilmu anatomi dan fisiologi ini penting dalam homologi, agar tak terjadi kesalahan dalam penetapan asal bagian tubuh hewan.  Dari contoh diatas,  dapat kita jabarkan bahwa tangan penggembala berperan untuk memegang dan meraih suatu benda, kaki depan kambing berguna untuk berjalan, sedangkan sayap kelelawar digunakan untuk terbang. Hal ini memberi sebuah kesimpulan bahwa homologi adalah organ  tubuh yang asalnya sama tetapi perkembangannya berbeda sehingga menimbulkan fungsi yang berbeda (asal sama fungsi beda). Selain kaki depan kambing, contoh homologi hewan lainnya yaitu kaki depan sapi dan kuda.
              Sapi dan kuda sangat beruntung memiliki kaki dan tangan (kaki depan) yang berfungsi sebagai alat gerak. Ada hewan lain yang tak seberuntung itu, dialah si mungil tanpa kaki dan tangan berkekuatan super. Kita mengenalnya dengan nama Plasmodium. Plasmodium adalah hewan dari Kelas Sporozoa, yang merupakan Phylum Protozoa dan Kingdom Protista. Walaupun Plasmodium ini tidak memiliki kaki dan tangan, namun tak ada kamus patah semangat dalam kehidupannya. Ukuran tubuhnya yang mungil yaitu hanya 2 µ membuat Ia tak pernah lupa untuk tetap bersyukur karena Allah masih menghadiahkan organel kompleks yang membantu untuk menempel dan menyerang inangnya. 
            Karena kemampuannya menempel dan menyerang inang, maka ia biasa dipanggil dengan sebutan parasit.  Plasmodium sebagai penyebab penyakit malaria. Penyakit  ini ditularkan melalui gigitan nyamuk yang sudah  terinfeksi parasit tersebut. Di dalam tubuh manusia, parasit Plasmodium akan berkembang biak di organ hati kemudian menginfeksi sel darah merah. Manusia yang terinfeksi akan menunjukan gejala awal menyerupai influenza, namun bila tidak diobati akan berujung pada kematian. Hal ini bergantung pada jenis Plasmodium penyebab penyakit.
Ada empat jenis species Plasmodium yang dapat menyebabkan penyakit malaria. Masing-masing jenis Plasmodium menimbulkan gejala-gejala tersendiri pada tubuh penderitanya.
·         Plasmodium vivaxà periode inkubasi 10 hari, tropozoit bentuk cincin 1/2 - 1/3 erythrocyteà 12 – 24 merozoit dalam darahà penyakit malaria vivakà demam / 48 jam
·         Plasmodium malariaeà periode inkubasi 27 - 37 hari, tropozoit bentuk cincin 1/2 - 1/3 erythrocyteà 6 – 12 merozoit dalam darahà penyakit malaria kuartenerà demam / 72 jam
·         Plasmodium falcifarumà periode inkubasi 10 hari, tropozoit bentuk cincin 1/6 - 1/5 erythrocyteà 8 – 36 merozoit dalam darahà penyakit malaria tertiana malignantà demam / 24 -48 jam
·         Plasmodium ovaleà periode inkubasi 14 hari, tropozoit bentuk cincin 1/2 - 1/3 erythrocyte à6 – 12 merozoit dalam darahà penyakit malaria ovaleà demam / 48 jam
Data Badan Kesehatan Dunia (WHO) tahun 2008 menyebutkan bahwa penyakit malaria telah menyerang lebih dari 500 juta penduduk dunia dan membunuh 1,5-3 juta jiwa setiap tahunnya di 107 negara.
Penyakit ini paling banyak terjadi di daerah tropis dan subtropis di mana parasit Plasmodium dapat berkembang baik begitu pula dengan vektor nyamuk Anopheles. Daerah selatan Sahara di Afrika dan Papua Nugini di Oceania merupakan tempat dengan angka kejadian malaria tertinggi.
Di Indonesia penyebaran penyakit malaria hampir merata, terutama Indonesia bagian timur. Pada tahun 2007, tercatat sekitar 1,14 juta kasus malaria terjadi di 396 kabupaten di tanah air dan 80 persennya bersifat endemik.
Karena kejadian malaria ini tertinggi, maka kita harus waspada dan waspadalah. Si mungil tanpa tangan dan kaki berkekuatan super yang punya sejuta senjata untuk melumpuhkan manusia